Alhamdulillah, KANTIN Bujay pada hari sabtu jam 05.15 WIB, 13 Maret 2010 (Kejadiannya mungkin 12 Maret) telah mengeluarkan "shodaqoh" yang tanpa mengantarkan ke penerimanya.
Berupa : Tabung Elpiji 2 buah, Galon Aqua 2 Buah, Indomie Goreng 1/2 Kardus, Uang Recehan 1/2 kotak, dll. Yang lainnya berupa Marimas, nutrisari, Pop Ice, Milk Jus, Snack2 belum terdeteksi jumlahnya.
Diperkirakan jumlah "Shodaqohnya" adalah :
1. Tabung Elpiji : 2 x Rp. 130.000 = Rp. 260.000
2. Galon Aqua : 2 x Rp 50.000 = Rp. 100.000
3. Indomie Goreng 30 x Rp. 1500 = Rp. 45.000
4. Uang Recehan Rp.500, Diperkirakan = Rp. 150.000
5. Marimas, Sisri, dll, Diperkirakan = Rp. 100.000
6. Nutrisari, Pop Ice, dll, Diperkirakan = Rp. 150.000
7. Snack, roti, dll , Diperkirakan = Rp. 250.000
JUMLAH TOTAL, Diperkirakan = Rp. 1.055.000
Si Penerima "Shodaqoh" tidak mengucapkan salam dan kulonuwun, TIDAK Lewat Pintu Depan atau Belakang MELAINKAN lewat atap dengan cara merusaknya.
Semoga bermanfaat bagi "dia" dan .......
Mudah-mudahan "shodaqoh" BuJay ini bisa menjadi penyebab datangnya Rizki yang lebih Banyak lagi, Halal dan Barokah. Amiiin.
Dan yang lebih penting lagi Semoga semakin introspeksi diri dan lebih mendekatkan diri kepada Ilahi Robbi. Amiiiin Ya Robbal 'Alamiin.
Sabtu, 13 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Senin, 01 Maret 2010
Manfaat Jus Wortel, dll



Manfaat Jus Wortel
Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran yang bisa juga jadikan jus. Jus wortel memiliki banyak manfaat bagi kita untuk usia yang masih dini. Selain itu, jus wortel juga punya berbagai manfaat untuk kesehatan.
Warna kuning/oranye dari wortel menunjukkan kandungan karotin. Jus wortel memiliki efek terhadap kesehatan. Minum jus wortel juga bagus untuk efek pembersihan liver dengan kandungan vitamin A yang ada dalam sayuran ini. Vitamin A mengurangi empedu dan lemak di dalam liver.
Dalam wortel juga ada kandungan vitamin E, yang membantu mencegah kanker. Jus wortel yang dicampur dengan susu juga merupakan vitamin A ideal untuk bayi. Jus wortel juga cocok dicampur dengan jus buah lainnya. Gangguan sakit-sakit di usia tua pun juga dapat terbantu dengan rutin minum jus wortel tiap hari.
Jus wortel juga bagus diminum ibu hamil. Kandungan Beta carotene dalam buah ini juga merupakan antioksidan, yang bagus buat ibu dan calon bayinya. Selain itu, antioksidan juga membantu memperlambat proses penuaan. Buah lain yang kaya anti oksidan adalah berry. Kedua buah ini bisa dijus bersama-sama atau secara terpisah.
Manfaat jus wortel adalah berguna sebagai anti-inflammatory dan menyegarkan kulit. Dan dapat membantu mencegah kanker. Selain itu, jus wortel membantu memudarkan bercak-bercak di kulit. - Jus wortel yang dikonsumsi tiap hari mampu mengatasi kulit kasar karena bercak dan pigmentasi
Mungkin bagi sebagian orang jus wortel terasa tak enak, tapi demi kesehatan dan melihat manfaatnya tak ada salahnya untuk dicoba. Selamat mencoba!.
Manfaat Dan Tips Jus Wortel
Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran yang bisa juga jadikan jus. Jus wortel memiliki banyak manfaat bagi kita untuk usia yang masih dini. Selain itu, jus wortel juga punya berbagai manfaat untuk kesehatan.
Warna kuning/oranye dari wortel menunjukkan kandungan karotin. Jus wortel memiliki efek terhadap kesehatan. Minum jus wortel juga bagus untuk efek pembersihan liver dengan kandungan vitamin A yang ada dalam sayuran ini. Vitamin A mengurangi empedu dan lemak di dalam liver.
Dalam wortel juga ada kandungan vitamin E, yang membantu mencegah kanker. Jus wortel yang dicampur dengan susu juga merupakan vitamin A ideal untuk bayi. Jus wortel juga cocok dicampur dengan jus buah lainnya. Gangguan sakit-sakit di usia tua pun juga dapat terbantu dengan rutin minum jus wortel tiap hari.
Jus wortel juga bagus diminum ibu hamil. Kandungan Beta carotene dalam buah ini juga merupakan anti oksidan, yang bagus buat ibu dan calon bayinya. Selain itu anti oksidan juga membantu memperlambat proses penuaan. Buah lain yang kaya anti oksidan adalah berry. Kedua buah ini bisa dijus bersama-sama atau secara terpisah.
Tips Manfaat Jus Wortel
- Jus wortel berguna sebagai anti-inflammatory dan menyegarkan kulit.
- Jus wortel dapat membantu mencegah kanker
- Jus wortel membantu memudarkan bercak-bercak di kulit
- Jus wortel yang dikonsumsi tiap hari mampu mengatasi kulit kasar karena bercak dan pigmentasi
Mungkin bagi sebagian orang jus wortel terasa tak enak, tapi demi kesehatan dan melihat manfaatnya tak ada salahnya untuk dicoba. Selamat mencoba!
Manfaat Jus Buah
Ada 1001 macam manfaat buah-buahan, dan memang terbukti banyak sekali manfaatnya. Jus buah-buahan mungkin akan menjadi cara baik untuk membantu mendapatkan semua manfaat kesehatan Anda.
Minum jus telah menjadi trend yang berkembang saat ini untuk alasan yang baik. Dengan minum jus, Anda dapat memperoleh baik kenikmatan juga membantu mengurangi resiko terkena berbagai penyakit.
Claire Bates dalam Daily Mail, pada 26 September 2005, menuliskan bahwa para ilmuwan telah menemukan khasiat jus delima yang kaya antioksidan baik untuk jantung Hanya dengan minum segelas/hari dapat memperbaiki aliran darah sebesar 1/3.
Terdapat 7 jus buah berkhasiat yang memiliki manfaat bagi kesehatan yaitu :
1. Jus Delima
Manfaat : membantu jantung, dimana jus delima ini kaya antioksidan yang membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol. Jus delima ini juga dihubungkan dengan pencegahan terjadinya kanker prostat. Jus ini dilengkapi dengan vitamin A, C dan E serta asam folat yang penting pada tahap awal kehamilan.
2. Jus Jeruk
Manfaat : untuk sistem kekebalan, proteksi terhadap anemia. Sumber yang paling baik dari vitamin C dan juga sumber asam folat, sehingga wanita hamil sebaiknya meminumnya dalam jumlah yang cukup banyak.
Minum jus jeruk dengan makanan meningkatkan ambilan besi untuk proteksi terhadap anemia. Penelitian baru menyarankan minum segelas jus jeruk/hari, ternyata juga membantu mencegah terjadinya radang sendi (arthritis).
3. Jus Grapefruit
Manfaat : untuk sistem kekebalan. Kaya akan vitamin C, buah grapefruit merupakan sejenis jeruk dan oleh karena itu kaya akan beta-karoten. Ini membantu melindungi kulit dari kerusakan oleh radikal bebas.
Tetapi penggunaannya dihindari pada saat kita sedang dalam medikasi. Jus grapefruit mengandung suatu substansi yang dapat memperlambat pemecahan beberapa obat. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah obat dalam aliran darah, sehingga meningkatkan efeknya.
4. Jus Apel
Manfaat : untuk energi; proteksi jantung. Kaya akan flavonoid yang membantu melindungi jantung. Memiliki 1/3 kadar vitamin C jus jeruk. Mengandung banyak gula fruktosa. Tetapi penggunaannya dihindari pada anak-anak, karena dapat menyebabkan keluhan gangguan lambung.
5. Jus Nanas
Manfaat : untuk pencernaan. Buah ini mengandung enzim bromelain, yang membantu mencerna protein dan buah ini juga mengandung gula alamiah untuk meningkatkan energi. Mengandung 11 mg vitamin C/100 ml.
6. Jus Tomat
Manfaat : Untuk menguruskan badan; kesehatan pria. Jus untuk menguruskan ini hanya mengandung 50 kalori/250 ml. Jus tersebut juga mengandung bioflavonoid yang membantu memperkuat pembuluh darah kapiler, jadi tidak menimbulkan kebocoran pada pembuluh darah dan pembentukan kantong yang mengandung air pada kulit yang menyebabkan selulit. Dan kandungan likopen dalam tomat telah dikaitkan dengan penurunan resiko terjadinya kanker prostat.
Tetapi penggunaannya sebaiknya dihindari pada individu dengan tekanan darah tinggi, karena jus tomat mengandung kadar garam yang tinggi.
7. Jus Cranberry
Manfaat: Mencegah terjadinya sistitis (radang buli-buli). Proanthocyanidin dalam jus cranberry menghentikan perlekatan bakteri yang berbahaya pada dinding buli-buli, dengan demikian menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
Jus ini mengandung vitamin C dalam kadar yang sangat tinggi, dan jus ini dijual dengan penambahan gula, karena rasanya pahit tanpa penambahan gula tersebut.
Penggunaannya dihindari pada pasien-pasien yang menggunakan obat anti pembekuan darah yaitu warfarin. Hal ini dikemukakan oleh The Committee on Safety of Medicines, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
So, karena buah-buahan merupakan sumber makanan alami yang paling siap untuk langsung dikonsumsi manusia, semoga buah-buahan tidak lagi dilupakan sebagai makanan yang wajib Anda konsumsi.
KANTIN BUJAY MENYEDIAKAN JUS WORTEL DAN MEMFASILITASI ANDA UNTUK HIDUP SEHAT DENGAN JUS BUAH-BUAHAN DAN SAYUR-SAYURAN DENGAN MENGGUNAKAN JUICER BERKUALITAS TINGGI.
Minggu, 17 Januari 2010
YLKI minta Balai POM periksa jajanan sekolah
JAMBI--Yayasan lembaga konsumen Indonesia (YLKI) minta balai pengawasan obat dan makanan (Balai POM) meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan jajanan sekolah yang disinyalir banyak mengandung zat berbahaya seperti zat pewarna dan zat pengawet.
Ketua YLKI Jambi, Warasdi di Jambi, Sabtu, mengatakan, temuan makanan mengandung zat berbahaya di sejumlah sekolah di pulau Jawa oleh Balai POM setempat tidak menutup kemungkinan banyak dilakukan pedagang makanan di sekolah-sekolah di Jambi.
"Kepedulian Balai Pom dan Dinas Perdagangan untuk memeriksa dan mengawasi jajanan atau makanan yang dibuat dan dijual sendiri oleh pedagang itu sangat dibutuhkan untuk membuktikan kebersihan dan kesehatannya," katanya.
Ia menyebutkan, kepedulian Balai POM dan Dinas Perdagangan dalam mengawasi dan memeriksa jajanan yang dijual di lingkungan sekolah sangat lemah, sehingga sering terjadi kasus keracunan atau siswa sakit setelah mengkonsumsi makanan tersebut.
Balai POM dan Dinas Perdagangan secara rutin harus memeriksa dagangan atau jajanan sekolah itu, dengan memberikan label atau tanda layak dikonsumsi, sehingga siswa atau pelajar pun mengerti terhadap jajanan yang dibelinya.
Selain Balai POM dan Dinas Perdagangan, pihak sekolah terutama para guru untuk menanamkan pada muridnya supaya tidak jajan sembarangan atau di lingkungan sekolah juga sangat membantu mencegah pelajar mengkonsumsi makanan berbahaya.
Murid akan sangat patuh dan mentaati perintah pihak sekolah termasuk para guru, bila sudah menerapkan aturan tidak jajan atau membeli makanan sembarangan di lingkungan sekolah.
Diakui ada sejenis zat berbahaya yang dicampur makanan itu tidak langsung bereaksi, namun bila dikonsumsi terus menerus bisa menimbulkan kanker atau penyakit tahunan yang berbahaya.
Zat pewarna dan zat pengawet seperti formalin, tidak langsung dirasakan usai mengkonsumsi, namun beberapa tahun kemudian jika terus dikonsumsi, dan penyakit itu berbahaya.
Redaksi - Reporter
Red:
pur
Sumber Berita:
Antara
Ketua YLKI Jambi, Warasdi di Jambi, Sabtu, mengatakan, temuan makanan mengandung zat berbahaya di sejumlah sekolah di pulau Jawa oleh Balai POM setempat tidak menutup kemungkinan banyak dilakukan pedagang makanan di sekolah-sekolah di Jambi.
"Kepedulian Balai Pom dan Dinas Perdagangan untuk memeriksa dan mengawasi jajanan atau makanan yang dibuat dan dijual sendiri oleh pedagang itu sangat dibutuhkan untuk membuktikan kebersihan dan kesehatannya," katanya.
Ia menyebutkan, kepedulian Balai POM dan Dinas Perdagangan dalam mengawasi dan memeriksa jajanan yang dijual di lingkungan sekolah sangat lemah, sehingga sering terjadi kasus keracunan atau siswa sakit setelah mengkonsumsi makanan tersebut.
Balai POM dan Dinas Perdagangan secara rutin harus memeriksa dagangan atau jajanan sekolah itu, dengan memberikan label atau tanda layak dikonsumsi, sehingga siswa atau pelajar pun mengerti terhadap jajanan yang dibelinya.
Selain Balai POM dan Dinas Perdagangan, pihak sekolah terutama para guru untuk menanamkan pada muridnya supaya tidak jajan sembarangan atau di lingkungan sekolah juga sangat membantu mencegah pelajar mengkonsumsi makanan berbahaya.
Murid akan sangat patuh dan mentaati perintah pihak sekolah termasuk para guru, bila sudah menerapkan aturan tidak jajan atau membeli makanan sembarangan di lingkungan sekolah.
Diakui ada sejenis zat berbahaya yang dicampur makanan itu tidak langsung bereaksi, namun bila dikonsumsi terus menerus bisa menimbulkan kanker atau penyakit tahunan yang berbahaya.
Zat pewarna dan zat pengawet seperti formalin, tidak langsung dirasakan usai mengkonsumsi, namun beberapa tahun kemudian jika terus dikonsumsi, dan penyakit itu berbahaya.
Redaksi - Reporter
Red:
pur
Sumber Berita:
Antara
Jajanan Yang Enak, Belum Tentu Sehat..!!!
Jajanan Yang Enak, Belum Tentu Sehat!
Gizi.net - Banyak jajanan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan tambahan yang tak baik untuk kesehatan. Jadi, jangan asal jajan. Di sekolah kamu pasti banyak tukang jajanan. Ada yang menjual jajanan itu di kantin sekolah, ada pula yang menjajakannya di luar pagar sekolah. Jenis jajanannya juga macam-macam. Mulai dari mi bakso, mi ayam, nasi uduk, siomay, batagor, cakwe, es krim, es sirup, sampai aneka keripik dalam kemasan yang rasanya gurih-asin itu.
Bang Andang, salah seorang penjual jajanan yang sehari-hari mangkal di sebuah SD di Depok, Jawa Barat, mengatakan, anak-anak sekolah sangat menyukai bakso goreng yang dijualnya. Bakso goreng biasanya disantap dengan cocolan saus tanpa merek berwarna merah cerah. Bang Andang bilang, saus merah itu ia beli di pasar. ''Satu kemasan kantong plastik harganya Rp 500,'' tutur Bang Andang.
Selain bakso goreng, ada beberapa jenis jajanan lain yang sangat digemari oleh anak-anak di sekolah ini. Sebut aja misalnya, siomay dan cakwe. Seperti halnya bakso goreng, cakwe juga dimakan dengan siraman saus berwarna merah. Bagaimana dengan minumannya? Ada juga yang laris manis. Itu tuh, sejenis es sirup yang dikemas dalam kantong plastik kecil. Harganya murah meriah, Rp 200 saja.
Anak-anak sekolah seusia kamu pastinya setuju bahwa aneka jajanan itu enak dan lezat. Tapi tak cukup sampai di situ. Sebab, yang enak dan lezat itu belum tentu sehat lho. Coba deh simak hasil penelitian BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) pada tahun 2003 yang dilakukan terhadap 9.465 sampel (contoh) jajanan sekolah. Apa hasilnya? Ternyata, 80 persen dari semua jajanan yang diteliti mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan, seperti formalin, boraks, natrium siklamat, rhodamin B, dan sakarin.
Tahukah kamu, bahan-bahan itu sebenarnya tak boleh dicampur dengan makanan. Formalin misalnya, biasa dipakai untuk mengawetkan mayat, juga untuk antiseptik, dan penghilang bau. Sedangkan boraks biasa digunakan untuk pengawet kayu, pengontrol kecoa, dan bahan pembersih. Sementara rhodamin B sering digunakan sebagai zat pewarna pada kertas dan tekstil.
Lalu, apa akibatnya bila zat-zat itu dicampurkan ke dalam makanan? ''Anak-anak yang sering mengonsumsi jajanan yang mengandung formalin, boraks, rhodamin B, dan zat berbahaya lain, biasanya rentan terhadap penyakit. Pertumbuhan badan dan otaknya juga cenderung lambat,'' ungkap Ibu Ernawati Sinaga, ahli biokimia dari Universitas Nasional, Jakarta.
Sebetulnya, kata Bu Erna, pemerintah sudah melarang pemakaian pemanis buatan dan zat-zat pengawet pada makanan. Namun, pada kenyataannya, bahan-bahan itu masih sering dipakai untuk campuran gula agar jajanan yang dijual terasa manis. ''Padahal, zat pemanis buatan yang telah dilarang itu, berpotensi menyebabkan kanker, dan gangguan ginjal. Kamu juga mesti waspada pada makanan-makanan yang tampil dengan warna-warna cerah atau mencolok. Mengapa? Sebab, makanan seperti itu biasanya ditambah dengan zat pewarna buatan. ''Penggunaan bahan pewarna buatan dalam makanan bukan hanya tidak aman, tapi juga tak punya nilai gizi,'' lanjut Bu Erna.
Satu hal lagi, banyak jajanan yang dijual di sekitar sekolahan juga tercemar bakteri. Ini karena jajanan itu tidak terjaga kebersihannya. Kamu pasti sering lihat bagaimana tukang jajanan menempatkan jajanan itu. Seringkali, jajanan itu ditempatkan di dalam wadah yang tidak bersih, atau dicuci asal-asalan. ''Penyakit yang ditimbulkan ya, sakit perut, maag, dan gangguan usus.''
Pilih makanan sehat
Kamu pasti tak mau kan, sakit perut atau menderita gangguan kesehatan lainnya, gara-gara jajanan yang kamu makan? Kalau begitu, jangan sembarang jajan. Makanlah hanya makanan yang sehat. Agar tak salah pilih, simak saran dari Bu Erna berikut ini.
* Pastikan makanan atau jajanan yang akan kamu beli itu, bersih. Untuk itu, perhatikan bagaimana makanan itu disiapkan, dan disajikan. Begitu juga bahan-bahan yang dipakai untuk membuat makanan ini, mesti bersih juga.
* Hindari makanan yang mengandung atau memakai zat-zat tambahan, seperti zat pemanis, pengawet, penyedap, dan pewarna buatan, juga zat-zat berbahaya lainnya. Jadi jangan cepat tergoda pada makanan yang pakai saus, es sirup yang kelewat manis, juga kue-kue basah yang berwarna mencolok.
* Hindari makanan-makanan yang tidak segar.
* Cari makanan yang bergizi.
* Makanlah buah-buahan, khususnya buah-buahan yang berkulit seperti jeruk, pisang, mangga, dan lain-lain. Kamu pasti tahu kan?
* Alangkah baiknya kalau kamu tidak jajan. Sebagai gantinya, kamu bisa membawa bekal dari rumah. Makanan dari rumah tentu lebih terjaga kebersihan dan 'keamanannya'. Betul nggak?
Ingin Sih Bawa Bekal dari Rumah, Tapi ...
Ketimbang melahap jajanan di sekolah yang tak bisa dijamin kebersihan dan 'keamanannya', alangkah baiknya kalau kamu bawa bekal makanan dari rumah. Begitu saran Ibu Ernawati Sinaga. Ternyata, banyak juga teman kamu yang sebenarnya ingin membawa makanan hasil olahan ibu ke sekolah. Tapi, karena berbagai kendala, keinginan mereka belum kesampaian. Biar lebih jelas, simak deh penuturan dua teman kamu berikut ini.
<>Irfan Fatoni
Kelas 3, SMP Suluh, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
''Setiap berangkat ke sekolah, di saku baju seragamku selalu terselip uang jajan sebesar Rp 4.000. Di sekolah, uang itu aku pergunakan untuk jajan makanan kesukaanku yaitu mi ayam. Tentunya, biar sedap, pakai saus dong.
Buat aku sih, jajan itu sekadar ganjal perut doang. Aku sebenernya juga tahu kalau banyak makanan jajanan di sekolah yang tidak sehat. Tapi kalau nggak jajan gimana, soalnya perutku pasti laper banget setelah beberapa jam belajar di kelas. Soal bawa bekal makanan dari rumah, juga sempat terlintas di pikiran aku. Manfaatnya kan banyak, selain uang jajan bisa ditabung, juga makanan yang aku bawa tentunya jauh lebih sehat dan bergizi. Cuma sayangnya, kedua orang tuaku sibuk. Kayaknya nggak sempet deh, ibu memasak bekal makanan buat aku. Kalau minum sih, aku suka bawa air putih.''
Irma Yunita
Kelas 5, SDN Bambu Kuning, Bojong Gede, Bogor
''Bakso adalah makanan kegemaranku di sekolah. Dengan uang saku Rp 2.000, cukup banget buat beli bakso. Kayak teman-teman yang lain, aku juga makan bakso pakai saus. Biar enak. Selain tukang bakso, di sekolahku banyak tukang jajanan lainnya, seperti tukang siomay, batagor, es sirup, dan gado-gado.
Aku memang sering denger, kalau jajanan yang dijual di sekolah-sekolah itu banyak yang nggak sehat. Tapi kan, perut ini sering terasa laper, ya terpaksa jajan deh. Padahal, tiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku sudah sarapan lho. Mestinya sih, aku bawa bekal dari rumah. Tapi, ibuku repot, jadi aku maklum kalau ibu tak sempat membuatkan bekal buat aku.''
(ruz )
Sumber: http://www.republika.co.id/
Gizi.net - Banyak jajanan yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan tambahan yang tak baik untuk kesehatan. Jadi, jangan asal jajan. Di sekolah kamu pasti banyak tukang jajanan. Ada yang menjual jajanan itu di kantin sekolah, ada pula yang menjajakannya di luar pagar sekolah. Jenis jajanannya juga macam-macam. Mulai dari mi bakso, mi ayam, nasi uduk, siomay, batagor, cakwe, es krim, es sirup, sampai aneka keripik dalam kemasan yang rasanya gurih-asin itu.
Bang Andang, salah seorang penjual jajanan yang sehari-hari mangkal di sebuah SD di Depok, Jawa Barat, mengatakan, anak-anak sekolah sangat menyukai bakso goreng yang dijualnya. Bakso goreng biasanya disantap dengan cocolan saus tanpa merek berwarna merah cerah. Bang Andang bilang, saus merah itu ia beli di pasar. ''Satu kemasan kantong plastik harganya Rp 500,'' tutur Bang Andang.
Selain bakso goreng, ada beberapa jenis jajanan lain yang sangat digemari oleh anak-anak di sekolah ini. Sebut aja misalnya, siomay dan cakwe. Seperti halnya bakso goreng, cakwe juga dimakan dengan siraman saus berwarna merah. Bagaimana dengan minumannya? Ada juga yang laris manis. Itu tuh, sejenis es sirup yang dikemas dalam kantong plastik kecil. Harganya murah meriah, Rp 200 saja.
Anak-anak sekolah seusia kamu pastinya setuju bahwa aneka jajanan itu enak dan lezat. Tapi tak cukup sampai di situ. Sebab, yang enak dan lezat itu belum tentu sehat lho. Coba deh simak hasil penelitian BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) pada tahun 2003 yang dilakukan terhadap 9.465 sampel (contoh) jajanan sekolah. Apa hasilnya? Ternyata, 80 persen dari semua jajanan yang diteliti mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan, seperti formalin, boraks, natrium siklamat, rhodamin B, dan sakarin.
Tahukah kamu, bahan-bahan itu sebenarnya tak boleh dicampur dengan makanan. Formalin misalnya, biasa dipakai untuk mengawetkan mayat, juga untuk antiseptik, dan penghilang bau. Sedangkan boraks biasa digunakan untuk pengawet kayu, pengontrol kecoa, dan bahan pembersih. Sementara rhodamin B sering digunakan sebagai zat pewarna pada kertas dan tekstil.
Lalu, apa akibatnya bila zat-zat itu dicampurkan ke dalam makanan? ''Anak-anak yang sering mengonsumsi jajanan yang mengandung formalin, boraks, rhodamin B, dan zat berbahaya lain, biasanya rentan terhadap penyakit. Pertumbuhan badan dan otaknya juga cenderung lambat,'' ungkap Ibu Ernawati Sinaga, ahli biokimia dari Universitas Nasional, Jakarta.
Sebetulnya, kata Bu Erna, pemerintah sudah melarang pemakaian pemanis buatan dan zat-zat pengawet pada makanan. Namun, pada kenyataannya, bahan-bahan itu masih sering dipakai untuk campuran gula agar jajanan yang dijual terasa manis. ''Padahal, zat pemanis buatan yang telah dilarang itu, berpotensi menyebabkan kanker, dan gangguan ginjal. Kamu juga mesti waspada pada makanan-makanan yang tampil dengan warna-warna cerah atau mencolok. Mengapa? Sebab, makanan seperti itu biasanya ditambah dengan zat pewarna buatan. ''Penggunaan bahan pewarna buatan dalam makanan bukan hanya tidak aman, tapi juga tak punya nilai gizi,'' lanjut Bu Erna.
Satu hal lagi, banyak jajanan yang dijual di sekitar sekolahan juga tercemar bakteri. Ini karena jajanan itu tidak terjaga kebersihannya. Kamu pasti sering lihat bagaimana tukang jajanan menempatkan jajanan itu. Seringkali, jajanan itu ditempatkan di dalam wadah yang tidak bersih, atau dicuci asal-asalan. ''Penyakit yang ditimbulkan ya, sakit perut, maag, dan gangguan usus.''
Pilih makanan sehat
Kamu pasti tak mau kan, sakit perut atau menderita gangguan kesehatan lainnya, gara-gara jajanan yang kamu makan? Kalau begitu, jangan sembarang jajan. Makanlah hanya makanan yang sehat. Agar tak salah pilih, simak saran dari Bu Erna berikut ini.
* Pastikan makanan atau jajanan yang akan kamu beli itu, bersih. Untuk itu, perhatikan bagaimana makanan itu disiapkan, dan disajikan. Begitu juga bahan-bahan yang dipakai untuk membuat makanan ini, mesti bersih juga.
* Hindari makanan yang mengandung atau memakai zat-zat tambahan, seperti zat pemanis, pengawet, penyedap, dan pewarna buatan, juga zat-zat berbahaya lainnya. Jadi jangan cepat tergoda pada makanan yang pakai saus, es sirup yang kelewat manis, juga kue-kue basah yang berwarna mencolok.
* Hindari makanan-makanan yang tidak segar.
* Cari makanan yang bergizi.
* Makanlah buah-buahan, khususnya buah-buahan yang berkulit seperti jeruk, pisang, mangga, dan lain-lain. Kamu pasti tahu kan?
* Alangkah baiknya kalau kamu tidak jajan. Sebagai gantinya, kamu bisa membawa bekal dari rumah. Makanan dari rumah tentu lebih terjaga kebersihan dan 'keamanannya'. Betul nggak?
Ingin Sih Bawa Bekal dari Rumah, Tapi ...
Ketimbang melahap jajanan di sekolah yang tak bisa dijamin kebersihan dan 'keamanannya', alangkah baiknya kalau kamu bawa bekal makanan dari rumah. Begitu saran Ibu Ernawati Sinaga. Ternyata, banyak juga teman kamu yang sebenarnya ingin membawa makanan hasil olahan ibu ke sekolah. Tapi, karena berbagai kendala, keinginan mereka belum kesampaian. Biar lebih jelas, simak deh penuturan dua teman kamu berikut ini.
<>Irfan Fatoni
Kelas 3, SMP Suluh, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
''Setiap berangkat ke sekolah, di saku baju seragamku selalu terselip uang jajan sebesar Rp 4.000. Di sekolah, uang itu aku pergunakan untuk jajan makanan kesukaanku yaitu mi ayam. Tentunya, biar sedap, pakai saus dong.
Buat aku sih, jajan itu sekadar ganjal perut doang. Aku sebenernya juga tahu kalau banyak makanan jajanan di sekolah yang tidak sehat. Tapi kalau nggak jajan gimana, soalnya perutku pasti laper banget setelah beberapa jam belajar di kelas. Soal bawa bekal makanan dari rumah, juga sempat terlintas di pikiran aku. Manfaatnya kan banyak, selain uang jajan bisa ditabung, juga makanan yang aku bawa tentunya jauh lebih sehat dan bergizi. Cuma sayangnya, kedua orang tuaku sibuk. Kayaknya nggak sempet deh, ibu memasak bekal makanan buat aku. Kalau minum sih, aku suka bawa air putih.''
Irma Yunita
Kelas 5, SDN Bambu Kuning, Bojong Gede, Bogor
''Bakso adalah makanan kegemaranku di sekolah. Dengan uang saku Rp 2.000, cukup banget buat beli bakso. Kayak teman-teman yang lain, aku juga makan bakso pakai saus. Biar enak. Selain tukang bakso, di sekolahku banyak tukang jajanan lainnya, seperti tukang siomay, batagor, es sirup, dan gado-gado.
Aku memang sering denger, kalau jajanan yang dijual di sekolah-sekolah itu banyak yang nggak sehat. Tapi kan, perut ini sering terasa laper, ya terpaksa jajan deh. Padahal, tiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku sudah sarapan lho. Mestinya sih, aku bawa bekal dari rumah. Tapi, ibuku repot, jadi aku maklum kalau ibu tak sempat membuatkan bekal buat aku.''
(ruz )
Sumber: http://www.republika.co.id/
Kamis, 17 Desember 2009
Kamis, 10 Desember 2009
Jutaan Pelajar Konsumsi Makanan Tak Sehat
Kamis, 10 Desember 2009 07:41
Kudus, NU Online
Di Indonesia, setidaknya sekitar 40 persen dari 40 juta siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 85 persen jajanan yang dijual tersebut berpotensi menyebabkan keracunan dan pada akhirnya akan bisa mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) pelajar.
Pernyataan ini disampaikan Guru Tata Boga SMKN 3 Kudus Lulu Sri Hendradi ST saat menjadi pembicara dalam acara pelatihan pengembangan Pangan B2SA (beragam,bergizi, seimbang dan aman) bagi Pengelola Kantin Sekolah di Hotel Salam Asri, Selasa (8/12) lalu seperti dilaporkan kontributor NU Online Qomarul Adib.
Lebih lanjut Lulu mengatakan, kategori makanan sehat, aman dan bergizi adalah yang mengandung zat-zat yang diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif.
“Disamping itu, makanan tersebuit harus bersih, tidak kadaluarsa dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya,” tandasnya.
Biasanya, kata Lulu, siswa sekolah paling mudah untuk mendapatkan jajanan dengan membeli di kantin sekolah sebagai makanan pengganti, baik untuk sarapan atau sekedar camilan.
“Untuk memenuhi peranannya di sekoah, maka kantin hndaknya harus dapat mewujudkan suatu kondisi kantin yang sehat mulai bangunannya maupun sarananya sesuai standar kesehatan. Begitu pula menyediakan pangan yang aman dengan menjaga kebersihan, memisahkan panganan mentah dan matang kemudian menghasilkan pangan yang aman termasuk air dan bahan bakunya,”jelasnya lagi.(adb)
Kudus, NU Online
Di Indonesia, setidaknya sekitar 40 persen dari 40 juta siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 85 persen jajanan yang dijual tersebut berpotensi menyebabkan keracunan dan pada akhirnya akan bisa mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) pelajar.
Pernyataan ini disampaikan Guru Tata Boga SMKN 3 Kudus Lulu Sri Hendradi ST saat menjadi pembicara dalam acara pelatihan pengembangan Pangan B2SA (beragam,bergizi, seimbang dan aman) bagi Pengelola Kantin Sekolah di Hotel Salam Asri, Selasa (8/12) lalu seperti dilaporkan kontributor NU Online Qomarul Adib.
Lebih lanjut Lulu mengatakan, kategori makanan sehat, aman dan bergizi adalah yang mengandung zat-zat yang diperlukan seorang anak untuk dapat hidup sehat dan produktif.
“Disamping itu, makanan tersebuit harus bersih, tidak kadaluarsa dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya,” tandasnya.
Biasanya, kata Lulu, siswa sekolah paling mudah untuk mendapatkan jajanan dengan membeli di kantin sekolah sebagai makanan pengganti, baik untuk sarapan atau sekedar camilan.
“Untuk memenuhi peranannya di sekoah, maka kantin hndaknya harus dapat mewujudkan suatu kondisi kantin yang sehat mulai bangunannya maupun sarananya sesuai standar kesehatan. Begitu pula menyediakan pangan yang aman dengan menjaga kebersihan, memisahkan panganan mentah dan matang kemudian menghasilkan pangan yang aman termasuk air dan bahan bakunya,”jelasnya lagi.(adb)
Langganan:
Postingan (Atom)