Jumat, 26 Oktober 2012
IDUL ADHA 1433
Alhamdulillah........... Jum'at, 26 Oktober 2012, Setelah sholat Idul Adha 1433 Bujay mampir ke Kantin Bujay dan langsung diserbu Custumer nya. Inilah dokumentasinya :
Rabu, 10 Oktober 2012
Snack dimasukkan saku
Anak bernama A kelas 9F Tapel 2012-2013 ini sudah sering sekali ambil makanan dan gak bayar, terutama saat ramai pengunjung. Mau diingatkan BuJay kasihan dan gak tega. nah kemarin 8 Oktober 2012 kebetulan agak sepi dan dia mengulangi aksinya. Bujay beli es, setelah itu langsung tangannya beraksi mengambil Tongseng, roti gepeng, dll dimasukkan ke sakunya dan gak mau bayar. ketika ditanya apa di saku mu, dia jawab pita, tolong dibuka saya mau lihat kata BuJay, dia masih jawab Pita, setelah sedikit dipaksa, ternyata...... he.. he... he... Tongseng, Roti Gepeng, dll. Waduhh.... Ooo ooooo kamu ketahuan.....!!!!!! mencuri lagi...!!!
Ingatt Jangan korbankan harga diri dan kehormatanmu dengan mencuri, menipu, menilep, hanya demi ribuan uang.
Di Kantin Bujay selalu ada kamera pengawas tersembunyi yang siap mengintai para pengunjung. Siapapun yang berbuat curang Insya Allah Ketahuan. Cuma BuJay gak Tega kalau harus negur dihadapan teman2nya. tetapi kalau sudah keterlaluan terpaksa saya tulis disini. kalau masih di teruskan, mohon maaf ya.... terpaksa Foto nya saya sebarkan ke seluruh dunia.
Wahai A dan kawan-kawan yang sering melakukan kecurangan, cepat bertaubat ya......
PELAKU PEMBOBOL KANTIN BUJAY
Inilah Wajah-wajah pelaku Pembobol Kantin Bujay (Jum'at, 12 Maret 2010) dan Kantin BuPar (Sabtu-Minggu, 6-7 Maret 2010)



Kamis, 10 November 2011
IDUL ADHA 1432 DI KANTIN
Sabtu, 08 Oktober 2011
Katanya Sudah Mbayar, Tapi..............
Sabtu, 8 Oktober 2011, Saat jam istirahat ada seorang siswa kelas 7 beli Mie instan di kantin BuJay, ketika di tanya uangnya, katanya sudah Mbayar di BuJay. Padahal BELUM. Dan Akhirnya ia pun merogoh sakunya menyerahkan uang Rp. 2000,-.
Kalau sudah begini.... Malu Khan....??? Masih kelas 7 koq sudah pinter nipu ya.....
Ini peringatan bagi yang lain...!!!
JANGAN KORBANKAN HARGA DIRIMU DENGAN MENIPU DAN MENCURI.
APALAH ARTINYA UANG RIBUAN KALAU HARUS DIBAYAR DENGAN NERAKA JAHANNAM...!!!
Belajarlah JUJUR sejak dini, karena kejujuran akan menyelamatkan kehidupan kamu di dunia dan akhirat
Kalau sudah begini.... Malu Khan....??? Masih kelas 7 koq sudah pinter nipu ya.....
Ini peringatan bagi yang lain...!!!
JANGAN KORBANKAN HARGA DIRIMU DENGAN MENIPU DAN MENCURI.
APALAH ARTINYA UANG RIBUAN KALAU HARUS DIBAYAR DENGAN NERAKA JAHANNAM...!!!
Belajarlah JUJUR sejak dini, karena kejujuran akan menyelamatkan kehidupan kamu di dunia dan akhirat
Rabu, 28 September 2011
HIJRAH dari Glongggongan ke Tawangsari
Alhamdulillah......... tanggal 5 Juli 2011 saat liburan yang lalu kami sekeluarga pindah rumah dari Dsn Glonggongan RT. 20 RW. 05 Desa Sumbertebu, Kec. Bangsal Ke Rumah baru meskipun belum selesai 100% dengan alamat Dsn Tawangsari Utara RT. 06 RW. 02 Desa Ngrowo, Kec. Bangsal, Mojokerto. Mohon do'anya mudah-mudahan rumah kami menjadi SURGA bagi kami sekeluarga. Amiin Ya Robbal 'Alamiin
Minggu, 06 Maret 2011
Jajanan Anak Sekolah Mengkhawatirkan
Republika - Rabu, 2 Maret 2011
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA ---Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah, mengatakan sekitar 40-45 persen pangan jajanan anak sekolah (PJAS) mengandung bahan berbahaya. “Jumlah ini sudah mengkhawatirkan,'' tegasnya usai menandatangani nota kesepakatan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak di bidang Obat dan Makanan di Jakarta, Rabu (2/3).
Berdasarkan penelitian BPOM terhadap PJAS, sekitar 40-45 persen dari seluruh sample yang diuji kedapatan menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak memenuhi syarat kesehatan. Bahan kimia berbahaya tersebut meliputi bahan pengawet seperti formalin dan boraks, serta bahan pewarna seperti rhodamin B dan methanil yellow.
Ia mengatakan dampak mengonsumsi PJAS tersebut tidak akan langsung. ''Bahan berbahaya akan tertumpuk secara akumulasi dalam organ tubuh mungkin baru puluhan tahun berikutnya terasa yang timbul dalam bentuk penyakit,'' tutur Kustantinah.
Bahan kimia berbahaya terus digunakan dalam PJAS karena bahan tersebut dijual bebas di toko bahan kimia. Ia mengatakan pengawasan terhadap toko bahan kimia bukan wewenang BPOM, namun berada di bawah pengawasan Kementrian Perdagangan.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA ---Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah, mengatakan sekitar 40-45 persen pangan jajanan anak sekolah (PJAS) mengandung bahan berbahaya. “Jumlah ini sudah mengkhawatirkan,'' tegasnya usai menandatangani nota kesepakatan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak di bidang Obat dan Makanan di Jakarta, Rabu (2/3).
Berdasarkan penelitian BPOM terhadap PJAS, sekitar 40-45 persen dari seluruh sample yang diuji kedapatan menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak memenuhi syarat kesehatan. Bahan kimia berbahaya tersebut meliputi bahan pengawet seperti formalin dan boraks, serta bahan pewarna seperti rhodamin B dan methanil yellow.
Ia mengatakan dampak mengonsumsi PJAS tersebut tidak akan langsung. ''Bahan berbahaya akan tertumpuk secara akumulasi dalam organ tubuh mungkin baru puluhan tahun berikutnya terasa yang timbul dalam bentuk penyakit,'' tutur Kustantinah.
Bahan kimia berbahaya terus digunakan dalam PJAS karena bahan tersebut dijual bebas di toko bahan kimia. Ia mengatakan pengawasan terhadap toko bahan kimia bukan wewenang BPOM, namun berada di bawah pengawasan Kementrian Perdagangan.
Langganan:
Postingan (Atom)